Sensasi ngintip stw jilbab alim di gilir r ok

Dengan lidahnya ia mempermainkan daerah sekitar duburku yang membuatku semakin terbang tinggi.

Sekali-sekali ia menggigit pantatku, dan berusaha memasukkan lidahnya ke dalam anusku. Dalam puncak kenikmatanku, suamiku mengganti posisi mas Tomy, dan dengan rakusnya dia mencium dan menjilat seluruh pantatku.

Aku kaget, tapi mbak Sally segera menarikku, menciumku dengan ganasnya. Baru saja aku terhempas oleh puncak orgasme yang luar biasa, kini aku diserang lagi.

sensasi ngintip stw jilbab alim di gilir r ok-42sensasi ngintip stw jilbab alim di gilir r ok-87sensasi ngintip stw jilbab alim di gilir r ok-77

Ia tak pernah seliar ini, namun aku tak berusaha untuk menahannya.

Aku sedang tenggelam dalam luapan gairah yang tak pernah kurasakan sebelumnya.

Dan, impian tergilanya yang hingga kini belum juga saya penuhi, yakni anal seks, terwujudkan bersama mbak Sally. Segera aku membereskan rumah, dan yang jadi prioritasku adalah ruang keluarga. Selesai bersihkan rumah, aku segera menyiapkan sarapan pagi. Antara sadar dan tidak kurasa ada seseorang yang menarik celana dalamku dan membuka lebar kedua pahaku. Aku pasrah saja, sehingga ketika ada lidah yang bermain-main di vaginaku aku hanya bisa melenguh, mendesis dan menggigit bibirku.

Aku bingung, apakah mbak Sally teriak kenikmatan karena kemaluan suaminya yang bersarang di vaginanya, atau penis suamiku yang mengerjai duburnya? Aku semakin penasaran, namun sejujurnya masih ada perasaan aneh yang tak bisa kuungkapkan. Jam sudah menunjukkan pikul 07.00 tapi mereka bertiga belum juga bangun. "Jam tujuh lewat" kataku langsung memberikannya handuk. Ntar gak enak sama mbak Sally dan suaminya loh" Aku berusaha berbicara dengan nada yang wajar. Benar-benar favorit kami di Jakarta" mbak Sally membuka pembicaraan. Aku gak tahu lidah siapa yang bermain di sana, namun kuyakin itu bukan milik suamiku.

Kutunggu mungkin hampir satu jam ketika suamiku muncul di kamar kami. Aku mencoba untuk membuang memoriku semalam, namun semakin jelas dalam benakku episode-episode percintaan mereka semalam.

Saya sengaja tertidur pulas, agar mas Edy tidak mengetahui bahwa saya sebenarnya mengetahui yang baru saja mereka lakukan. Aku pamit kepada mereka, berusaha senyum yang wajar dan meninggalkan rumah.

Sementara mbak Sally bergantian dengan suaminya bermain dengan puting dan mulutku, suamiku mulai mencoba memasukkan jarinya kedalam anusku. Awalnya cuma sodokan pelan, namun lama-kelamaan semakin kencang.

Aku kaget, namun sekali lagi aku tak kuasa menahannya. Sementara jemarinya keluar masuk di duburku, mas Edy mencium dan menjilat klitorisku dengan ganas.

Aroma parfum sabun teraa sangat segar, bertanda ia sudah membersihkan diri. Aku sengaja tidak membawa mobil, aku memilih memakai taksi aja.

Saya sengaja membalikkan badan dan memeluknya, namun dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan. "Belum tahu tuh, mungkin setelah sarapan kita diskusikan lagi. " mas Edy menimpali."Kalau begitu aku mohon maaf, karena aku harus ke salon hari ini. 45 menit berlalu, aku merasa semakin tidak nyaman menunggu giliranku di salon. Perasaanku semakin tidak karuan sehingga aku meminta sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter.

Suamiku memang lagi nonton BF, tapi ia tidak sendirian. Dan yang membuatku kaget adalah mereka sebenarnya tidak peduli dengan film yang ada di layar TV, namun ketiganya lagi asik bercinta bareng!

Tags: , ,